Kewenangan dan Mekanisme Panwascam dalam PSAP

Bawaslu Kabupaten Gunungkidul melakukan sosialisasi Peraturan Bawaslu RI nomor 2 tahun 2020 terkait kewenangan dan mekanisme penyelesaian sengketa acara cepat kepada Panwaslu Kecamatan melalui daring pada Selasa, 23 Juni 2020 WIB.

Kordiv Penyelesaian Sengketa Bawaslu DIY, Sutrisnowati, SH., MH., M.Psi, dalam paparannya sebagai narasumber menyampaikan bahwa sengketa merupakan segala sesuatu yang menimbulkan perbedaan pendapat atau pertentangan antara dua pihak atau lebih yang berawal dari perbedaan persepsi.

Sengketa dalam Pemilu ada dua kriteria, yakni sengketa proses pemilu yang dapat terjadi antara peserta pemilu dengan pelaksana pemilu (KPU) dan sengketa antar peserta pemilu. Kedua, sengketa hasil pemilu yakni tentang perselisihan hasil rekapitulasi penghitungan suara.

Secara regulasi, kewenangan penyelesaian antar peserta tertuang dalam UU nomor 10 Tahun 2016 pasal 142 huruf (a) , pasal 143, pasal 144 ayat (4) dan Perbawaslu RI nomor 2 Tahun 2020 pasal 62 sampai pasal 66.

Sengketa antar peserta ini dapat terjadi akibat adanya Tindakan peserta pemilu/pemilihan lainnya yang menyebabkan hak peserta pemilihan lainnya dirugikan secara langsung.

Adapun penyelesaian sengketa antar peserta dapat dilakukan dengan prinsip acara cepat dan dapat diselesaikan di tempat kejadian. Waktu penyelesaian sengketa selama tiga hari sejak permohonan diajukan.

Is Sumarsono, SH., selaku Kordiv Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Gunungkidul menyampaikan sengketa antar peserta dapat terjadi akibat adanya penafsiran atau ketidakjelasan tertentu menegenai suatu kegiatan atau peristiwa yang berkaitan dengan pelaksanaan pemilihan sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan serta keadaan dimana terdapat pengakuan yang berbeda atau penolakan penghindaran antar peserta pemilihan.

Panwaslu Kecamatan dalam penyelesaian sengketa antar peserta pemilu/pemilihan berdasar pada mandat yang diberikan oleh Bawaslu Kabupaten/Kota.

Peserta sosialisasi peningkatan kapasitas PSAP diikuti oleh sebanyak 92 peserta dari unsur pengawas ad hoc se Kabupaten Gunungkidul.

Bawaslu

Artikel Terkait

RAKORD MULTI STAKEHOLDER UNTUK PENDIDIKAN POLITIK

Gunungkidul, Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Kabupaten Gunungkidul melaksanakan rapat koordinasi multi stake holder pemilihan umum pada Senin, 04 Februari 2019, di ruang Rapat Bawaslu Kabupaten Gunungkidul. “Kami sepakat akan membentuk Pojok Pemilu 2019. Kegiatan ini digagas untuk secara bersama-sama dari unsur kepolisian, kejaksaan, pemerintah daerah dan KPU Kabupaten Gunungkidul,” Kata Is Sumarsono, SH selaku Ketua […]

Evaluasi Kehumasan Bawaslu Kabupaten/Kota se-D.I.Yogyakarta

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gunungkidul mengikuti rapat evaluasi kegiatan kehumasan beserta staf Hukum, Humas, dan Data Informasi Bawaslu Kabupaten Gunungkidul yang di selenggarakan oleh Bawaslu D.I.Yogyakarta, Rabu (15/12/2021) di Bale Timoho Resto Jl. Ipda Tut Harsono 58, Muja Muju, Umbulharjo, Kota Yogyakarta Evaluasi ini merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui apakah tujuan yang […]

Tim Pemantauan Perkembangan Politik Daerah Kabupaten Gunungkidul

Bawaslu Kabupaten Gunungkidul mengikuti Rapat Koordinasi Tim Pemantauan Perkembangan Politik Daerah Kabupaten Gunungkidul yang dilaksanakan di Ruang Rapat Handayani Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul, Selasa, 22 Maret 2020. Dalam sambutannya, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Gunungkidul, Johan Eko Sudarta, S.Sos., MH., menyampaikan pengukuhan Tim Pemantau Perkembangan Politik di Daerah Tahun 2022. Tim ini dibentuk untuk memantau perkembangan […]